Motor Merek YAMAHA Bagian 1

 

Rupanya Yamaha mulai memproduksi sepeda motor sejak tahun 1950-an, dengan merilis motor bernama Yamaha YA-1. Yang unik dari motor ini adalah memiliki warna berbeda dibandingkan motor pada masanya. Dimana Yamaha YA-1 dibalut warna coklat kemerahan yang terinspirasi dari warna kacang chesnut. Dengan warna yang sedikit nyeleneh, karena pada masanya rata-rata sepeda motor memiliki warna hita, namun motor ini tetap sukses besar.

Kesuksesan Yamaha YA-1 sebagai motor pertama Yamaha, ditunjang oleh prestasi yang mengagumkan. Dimana motor ini berhasil meraih juara pada ajang Fuji Ascent Race III yang diselenggarakan pada tahun 1955. Selain itu, Yamaha YA-1 juga memenangkan ajang balapan Asama Highlands Race I atau yang dikenal sebagai Asama Highlands Race I atau All Japan Motorcycle Endurance Race. Prestasi inilah yang menjadi cikal bakal kehebatan Yamaha yang hingga saat ini menjadi pabrikan motor terbaik yang selalu ikut serta di ajang MotoGP ataupun balapan motor lainnya.

Motor bebek Yamaha pertama kali masuk ke Indonesia secara CBU dari Jepang pada tahun 1973. Motor tersebut dengan nama Yamaha V50, konsepnya sebagai kendaraan roda dua yang mudah dikendarai dan mudah perawatannya. Secara model motor tersebut bentuknya juga hampir menyerupai dengan Honda Super Cub. Hal tersebut terutama dari segi bentuk lampu depannya yang posisinya sama-sama di bawah stang.

Namun untuk sektor mesinnya menggunakan teknologi yang berbeda, Honda Super Cub yang memakai mesin empat langkah, sementara Yamaha V50 dibekali dengan mesin dua langkah (2Tak) yang bahan bakarnya masih membutuhkan asupan oli samping.

Lalu berikut ini adalah beberapa motor produksi dari YAMAHA :


Penemu penemu Bagian 1

Penemu penemu Bagian 2

Penemu penemu Bagian 3


Yamaha RX King

RX King merupakan salah satu motor legendaris keluaran Yamaha yang pernah merajai jalanan Indonesia, terutama pada era 1980-an hingga awal 2000-an. Karena itu, tak heran jika usia Yamaha RX King di pasar otomotif Tanah Air terbilang cukup lama, yaitu kurang lebih 25 tahun (1983-2008). Hadir dalam empat generasi, RX King dipersenjatai mesin 2-tak, air-cooled, dengan kapasitas 132cc. Motor ini mampu menyemburkan tenaga hingga 18,5 ps pada putaran 9.000 rpm, serta torsi maksimal menyentuh 1,54 kgf.m pada putaran 8.000 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual lima percepatan.

Yamaha RX King merupakan salah satu legenda motor sport 2 tak Yamaha yang paling sukses. Pernah booming antara tahun 80an hingga 90an akhir. Selain larinya yang cukup kencang, bodi RX King saat itu dianggap mewakili jiwa muda, keren dan gagah. Sempat mendapat julukan motor jambret karena saking cepat dan gaharnya mesin RX King, sehingga RX King sering digunakan sebagai motor pelaku tindak kejahatan.

Yamaha RX-King pertama kali hadir di Indonesia tahun 1983, merupakan penyempurnaan dari Yamaha RX-K 135, dengan penambahan YEIS (Yamaha Energy Induction System) yang membuat RX King lebih irit bahan bakar sekitar 15 persen dari RX-K meskipun cc-nya sama. Selain itu diterapkannya Yamaha Computerized Lubrication System membuat RX King semakin bertenaga hingga 5000 Rpm.

Yamaha RXZ

Melirik desain motor RXZ, memang nampak sekali ciri motor sport yang tercermin dari bentuk batok headlamp, sirip cover bawah mesin, knalpot, serta buritan belakang yang tajam khas motor-motor kencang. Selain itu, Yamaha RXZ juga sudah menggunakan setang jepit yang membuat posisi berkendara menjadi agak merunduk, memberi kesan motor balap ¬†bagi pengendaranya. Untuk sektor mesin, Yamaha RXZ mengusung mesin 2-tak 135cc, sama seperti RX-King. Perbedaan kecil diantara keduanya terletak pada bore dan stroke 56 & 54mm, sementara RX-King memakai diameter 58 dan 50mm. Jadi keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika RX-King dikenal sebagai ‘motor jambret’ yang memiliki performa dan akselerasi tinggi di putaran bawah, maka RX-Z didesain untuk melaju diputaran atas yang cocok untuk kondisi trek panjang.
Untuk kecepatannya sendiri, Yamaha RXZ mampu menghasilkan power hingga 21hp pada putaran 8.500rpm, menggunakan karburator konvensional merk Mikuni VM26. Kendati memiliki power yang besar, RXZ berhasil mendapatkan sertifikat EURO 2 sebagai motor ramah lingkungan. Padahal untuk kategori motor berjenis 2-tak terkenal dengan motor berpolusi pada masa itu. Hal itulah yang menyebabkan peredaran motor 2-tak dihentikan dan berganti dengan era motor 4-tak sejak awal tahun 2000-an hingga sekarang.
Teknologi Yamaha Computerized Lubricant System juga merupakan teknologi muktahir Yamaha saat ini yang diterapkan pada RXZ. Teknologi ini memungkinan pembakaran, pasokan udara, serta campuran oli samping menjadi lebih sempurna. YLCS memang sempat diaplikasikan juga pada motor RX-King namun akhirnya dilepas karena tidak cocok dengan karakter mesin si motor jambret. Produksi terakhir RX-Z dihentikan pada tahun 1998 seiring dengan menurunnya minat konsumen terhadap motor berkarakter trek panjang ini.

 

Yamaha Touch 125

Yamaha Touch 125 adalah Motor yang sejatinya bergenre Sport dan diproduksi oleh Siam Yamaha Co.Ltd atau ATPM Yamaha di Thailand kala itu. Mengusung desain mungil, imut nan minimalis, Motor ini sempat hadir ke Indonesia melalui jalur Import pada era awal millenium. Body mungil, Bobot super ringan (103 Kg) plus Jambakan gaspol ala mesin 24,5 PS adalah hal utama yang sangat diminati dari Touch 125 ini. Namun perlu diakui, Kehadiran Touch 125 ini kurang begitu diminati lantaran pada saat itu banyak bertebaran Sport 150cc 2-tak yang memiliki performa beringas & jauh diatas Touch 125, Sebut saja TZM, NSRSP & Ninja KRR.

Di sisi desain, Kita bisa melihat gado-gado antara genre Sport & Bebek

Karena meskipun Touch 125 ini mengusung desain sport, Namun dimensinya justru semungil motor bebek pada era-nya. Bahkan jika dibandingkan bebek jaman sekarang, Touch 125 masih lebih slim loh Brosist, Padahal motor ini juga memakai fairing !!! Walhasil berat kosong si Lightweight sport ini hanya menyentuh 103 Kg saja. Demi menopang performanya yang bengis, Touch 125 juga sudah dilengkapi Disc Brake depan belakang, Frame Deltabox yang ringan dan kokoh, Suspensi belakang monocross, Radiator mumpuni plus Velg Cast-Wheel (Edisi Facelift)

Beralih ke sektor mesin, Touch 125 dibekali Mesin 2-Tak 125cc, YEIS (Yamaha Energy Induction System), Pendingin Cairan plus Rasio kompresi sedang yaitu 6,9 : 1 Sementara untuk sistem penyuplai BBM nya dipercayakan kepada sebongkah Karburator Mikuni VM24SS. Hasilnya, Performa Touch 125 tak perlu diragukan lagi, Motor ini mampu memuntahkan output power 24,5 PS @ 8.500 RPM plus raihan Top speed yang mampu menembus 150 Km/h dengan mudah.

Yamaha TZM

Motor yang diproduksi di rentang 1996-1998 ini bisa dikatakan sebagai salah satu rilisan terbaik Yamaha di kelas motor sport era 1990-an. Bersaing dengan Honda NSR, Suzuki RGR, dan Kawasaki Ninja generasi awal, Yamaha TZM tampil eksotis dengan lekukan bodi yang cantik dan headlamp mungil.

Untuk sektor jantung pacunya, Yamaha membekali TZM dengan mesin 2-stroke, silinder tunggal, liquid-cooled, berkapasitas 147cc. Dengan bekal tersebut, motor ini diklaim mampu memuntahkan tenaga 35,3 hp pada putaran 10.500 rpm dan torsi puncak 25 Nm pada putaran 9.500 rpm, yang disalurkan melalui sistem transmisi manual enam percepatan.

 

Yamaha V80

Bersama Yamaha V50 dan Yamaha V70, motor ini bisa dikatakan sebagai kakek buyutnya motor bebek (moped) keluaran Yamaha era sekarang. Yamaha V80 diproduksi antara rentang 1982-1986 yang ditujukan untuk kelas underbone di era itu.

Secara keseluruhan, V80 memiliki dimensi 1.885 x 650 x 1.025 mm, dengan jarak ke tanah 135 mm dan berat mencapai 82 kg. Motor ini disokong mesin 2-stroke, silinder tunggal, berkapasitas 79cc. Dengan bekal tersebut, V80 mampu meniupkan daya hingga 6,7 hp pada putaran 7.000 rpm serta torsi puncak 0,82 kgf.m pada putaran 6.500 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual tiga percepatan.

 

 

Yamaha Alfa

Pada awal era 1990-an, Yamaha Alfa merupakan motor yang sangat populer. Karena itu, tak heran jika motor ini begitu mudah ditemui di jalanan Indonesia dan menjadi rajanya motor bebek pada saat itu.

Pabrikan asal Jepang mulai memproduksi Alfa pada tahun 1988. Motor dengan dimensi 1.860 x 635 x 1.015 mm berbobot 82 kg ini disokong mesin 2-stroke, silinder tunggal, berkapasitas 102,1cc. Selain itu, motor bebek ini juga dibekali tangki bahan bakar berkapasitas 4,8 liter, rem tromol di depan dan belakang, serta sistem starter electric dan kick.

 

Yamaha Force 1

Selain Alfa, Force 1 juga merupakan motor bebek 2-stroke atau 2-tak yang sempat melegenda di tahun 1990-an. Motor ini sangat digemari anak muda saat itu, terutama ketika pabrikan berlogo garputala meluncurkan seri FIZR pada tahun 1997, yang merupakan generasi pamungkas Force 1.

Diproduksi pertama kali pada tahun 1992, Force 1 menggendong mesin berkapasitas 110,4cc, 2-stroke, silinder tunggal, yang mampu meletupkan daya hingga 10,7 ps pada putaran 7.500 rpm serta torsi puncak 1,10 kgf.m pada putaran 6.500 rpm. Selain itu, sejak generasi kedua (FIZ), motor berbobot 95 kg ini telah dibekali rem cakram di roda depan.

 

Yamaha Crypton

Motor ini bisa dikatakan sebagai tonggak sejarah pabrikan Yamaha dalam menelurkan produk motor bermesin 4-tak di Indonesia. Sebelumnya, pabrikan asal Jepang itu (bersama Suzuki) memang lebih populer dengan rilisan motor bertipe 2-tak. Selain itu, Crypton menjadi cikal bakal lahirnya generasi Yamaha Vega yang dirilis di kemudian hari.

Yamaha Crypton mengawali debutnya pada tahun 1997. Mengusung mesin 4-stroke, silinder tunggal, berkapasitas 101,8cc, motor berbobot 92 kg ini mampu meletupkan daya hingga 8,2 hp pada putaran 8.000 rpm serta torsi puncak 8,65 Nm pada putaran 6.500 rpm. Semua tenaga tersebut disalurkan melalui sistem transmisi manual empat percepatan.