Wanita Indonesia yang terkenal di kanca dunia

Wanita zaman sekarang tidak bisa di pandang sebelah mata lagi, mereka sekarang menjelma sebagai sosok penting di mata dunia, menjadi sosok penting yang mungkin bisa merubah dunia menjadi lebih baik lagi, berikut ini adalah wanita indonesia yang terkenal di mata dunia.

SRI MULYANI

Sri Mulyani Indrawati adalah sosok Kartini modern yang sudah tidak diragukan lagi kapabilitasnya. Dikenal di publik pertama sebagai ekonom, kini Sri Mulyani atau biasa pula dikenal dengan sebutan SMI, diakui sebagai salah satu wanita berpengaruh di dunia.

SMI menjabat sebagai Menteri Ekonomi di Kabinet pemerintahan Presiden Jokowi. Sebelumnya, SMI pernah menjabat posisi bergengsi sebagai Managing Director World Bank.

 

ANGGUN C. SASMI

Ia memulai karir internasional dari negara mantan suaminya,Michel de Ghea, di Perancis. Dengan terus mencoba mengirimkan demo lagu ke label -label di Perancis, akhirnya produser bernama Erick Benzi bersedia menangani Anggun untuk memulai petualangannya di kanca musik Eropa kala itu. Tahukan anda siapa produser yang ‘nekat’ memegang Anggun C. Sasmi untuk di perkenalkan kepada dunia itu ? Ia (Erick Benzi) adalah salah satu produser besar di Perancis yang juga pernah menangani penyanyi top dunia yang telah lebih dahulu terkenal. Ialah Celine Dion, penyanyi yang pernah naik daun dengan lagu yang ia bawakan ” My Heart Will Go On” yang menjadi OST (original sound track) film ‘Titanic’.
Tentu dengan tangan dingin sang produser kondang tersebut, ia akan ‘mudah’ untuk menghantam dunia dengan suaranya yang ‘serak – serak basah’ itu. Tapi bukan yang mudah bagi Anggun untuk mendapatkan itu semua. Setelah bertemu dengan Erick Benzi, ia diharuskan terbang ke Manila – Filipina untuk mengikuti kontes menyanyi / audisi. Hasilnya, Anggun berhasil menyisihkan semua kontestan dari berbagai negara. Sebagai hadiah, ia mendapatkan kontrak sebanyak 5 (lima) album di bawah naungan label besar Sony Music International. Kini, Anggun yang bermukim di Perancis dan Kanada, juga merasa terpanggil untuk menyisihkan sedikit waktunya untuk membantu sesama manusia di muka bumi dengan bergabung dalam FAO (Food and Agriculture Organization) yang berada dalam bendera PBB yang bergerak dalam bidang pangan dan pertanian dunia.
Goodwill Ambassadors adalah tempat Anggun bekerja untuk memberantas setidaknya satu miliar manusia di dunia yang masih hidup dalam kondisi kelaparan. Untuk urusan ini, ia berkeliling dunia untuk mengkampanyekan project ini kepada seluruh dunia termasuk di Indonesia, dan Amerika. Meski belum banyak yang tersebut disini, setidaknya serpihan yang saya tulis adalah bukti nyata dari seorang Anggun C. Sasmi yang dapat dilabeli Pahlawan Indonesia yang mendunia.

MARSHA CHIKITA

Marsha Chikita

Kalian pasti kenal banget deh sama animasi asal Malaysia, Upin Ipin. Animasi seri yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari dua anak kembar berkepala botak ini sangat terkenal di Indonesia, bukan hanya seri TV-nya saja, tapi juga merchandise, video game, hingga movie-nya pun laris manis. Namun siapa sangka salah seorang animator animasi tersebut berasal dari Indonesia lho. Dialah Marsha Chikita Fawzi.

Animator cantik yang lebih terkenal dengan nama Chiki Fawzi ini lahir di Jakarta, 28 Januari 1989. Ia adalah anak perempuan dari pasangan artis Ikang Fawzi dan Marissa Haque. Walaupun kedua orang tuanya memiliki ‘nama’, tidak lantas dijadikan Chiki untuk mendongkrak karirnya. Mengenyam pendidikan di Multimedia University, Malaysia. Karir Chiki sebagai seorang animator dimulai dari menjadi pekerja paruh waktu di Les Copaque yang kala itu ia lakukan demi memenuhi syarat nilai akademisnya. Di sinilah ia mulai terlibat dalam pembuatan animasi Upin Ipin.

Pada saat itu tugasnya adalah membuat desain interior, latar belakang adegan, dan properti lainnya, yang harus ia kerjakan secara detil. Kemudian pada tahun 2010 Chiki Fawzi resmi menjadi pegawai tetap di rumah produksi animasi tersebut.

Selama bekerja di Les Copaque, Chiki Fawzi banyak mempelajari tentang seluk-beluk pembuatan animasi dengan mencoba berbagai macam jenis tugas yang diberikan. Mulai dari memberikan cahaya pada gambar, mengatur komposisi gambar, menggerakkan gambar, hingga mempelajari karakteristik suatu tokoh.

Pada tahun 2012, Chiki Fawzi akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia, dan membentuk Monso House, sebuah rumah produksi animasi independen yang ia buat bersama dengan 5 temannya saat sama-sama berkuliah di Malaysia. Namun Chiki merasakan perbedaan yang cukup besar akan dukungan terhadap industri animasi antara kedua negara ini.

LILIANA NATSIR

Liliana Natsir kelahiran Manado tahun 1985 adalah salah satu legenda bulutangkis di Indonesia. Liliana berpasangan dengan Tantowi Ahmad sebagai ganda campuran ddari Indonesia.

Liliana berhasil merebut medali perak dalam Olimpiade Beijing tahun 2008 berpasangan dengan Nova Widianto dan puncaknya, dia merebut medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro tahun 2016 bersama Tontowi Ahmad.

 

MARLINA MANURUNG

Namanya Saur Marlina Manurung, lebih dikenal sebagai Butet Manurung. Perempuan lulusan Antropologi Unpad yang bersuara halus ini dikenal atas komitmen dan dedikasinya untuk menjadi guru bagi Suku Anak Dalam di pedalaman Jambi. Atas dedikasinya sebagai perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat pedalaman di Indonesia, di tahun 2014 Butet memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay Award. Sudah banyak yang menulis mengenai Butet. Pengalaman Butet menjadi guru bagi suku anak dalam ini juga pernah ditulis di Inside Indonesia di tahun 2008. Di tahun 2007, Butet menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku ‘Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba’). Bahkan di tahun 2013 Sokola Rimba diangkat menjadi sebuah film yang disutradarai oleh Riri Riza dari ‘Miles Production’.

RINI SUGIANTO

Nama character animator ini beberapa kali bertengger sebagai salah satu animator dalam film-film box office dunia. Namanya terselip pada credit tittle film-film animasi besutan Hollywood. Sebut saja film Teenage Mutant Ninja Turtles, The Hobbit: The Desolation of Smaug, The Hobbit: An Unexpected Journey, The Avengers, Iron Man 3, dan The Hunger Games: Catching Fire. Dan di tengah kesibukannya, lulusan S2 jurusan Animasi dari Academy of Art di San Fransisco, Amerika Serikat ini, juga masih sempat berbagi ilmu melalui sekolah animasi online.
Perempuan yang menghabiskan masa kecil hingga SMA di Lampung, Jakarta, dan Bogor ini sempat mengenyam bangku kuliah S1 di jurusan Arsitektur Universitas Parahyangan, Bandung. Rini lalu merajut mimpinya di dunia animasi di San Fransisco, Amerika Serikat, pada tahun 2001. Sebenarnya bisa dibilang ia cukup beruntung, sebelum lulus sekolah bisa diterima magang di sebuah game company. Company ini lah yang kemudian meng-hire-nya secara full time setelah masa magangnya selesai. Di kota terpadat di California dan ke-12 di Amerika Serikat itu, Rini sempat bekerja sebagai animator di beberapa studio games seperti Stormfront, Offset Studio, dam Blur Studio. Hingga kemudian di tahun 2010, Rini mendapat tawaran untuk bergabung dengan WETA Digital di Selandia Baru. Perjalanan kariernya memang cukup panjang dari tahun 2005 hingga saat ini. Ia juga pernah mencoba masuk Pixar Class berkali-kali. Setelah empat kali mencoba dalam satu tahun, barulah ia bisa diterima.

GRISELDA SASTRAWINATA

Griselda Sastrawinata ini juga seorang animator Indonesia yang mengharumkan nama bangsa berkat kemampuan menjadi animator di film ‘The Shrek & Moana’. Bahkan kini dirinya telah berhasil menciptakan sejumlah tokoh di film animasi Dreamworks Film Studio.

Berawal dari hobi menggambar, gadis yang lahir pada tahun 1982 ini memutuskan pindah ke AS saat kelas dua dari SMA Pelita Harapan Jakarta. Setelah menamatkan SMA-nya di Negeri Paman Sam, ia melanjutkan studi ke Art Center College of Design (ACCD) di Pasadena, California AS dan masuk di jurusan ilustrasi. Dari sana ia mendapatkan bachelor fine art.

Selain bekerja di Dreamwork, Griselda mengajar ilmu komunikasi visual di kampus almamaternya tersebut. Meski masih enjoy di Dreamwork, ia mengaku tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti berkarya di Indonesia.