Dinosaurus Yang Ada Di Dunia Bagian 2

Ankylosaurus

Mirip dengan tank atau kendaraan lapis baja, Ankylosaurus adalah dinosaurus yang memiliki lapisan kulit pelindung kuat laksana baju zirah serta memiliki tonjolan besar seperti pemukul di ekornya. Dalam bahasa Yunani, Ankylosaurus berarti “kadal menyatu” atau “kadal kaku” karena tulang tengkorak dan bagian lain dari tubuhnya yang menyatu, membuat dinosaurus ini memiliki postur rigid.

Ankylosaurus hidup pada akhir periode Cretaceous, sekitar 65 juta tahun – 75 juta tahun yang lalu dan berdiam di wilayah Amerika Utara. Karena kemampuannya mencari makanan dan mengusir predator, ahli paleontologi percaya bahwa Ankylosaurus termasuk salah satu dinosaurus terakhir yang menghadapi kepunahan. Dinosaurus ini diperkirakan memiliki panjang 11 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi sekitar 1,2 meter, dengan berat antara 4,5 ton hingga 6 ton.

Tubuh bagian atas Ankylosaurus hampir sepenuhnya ditutupi dengan pelat oval tebal yang melekat pada kulit kasarnya. Zirah pelindung ini terdiri dari tombol-tombol besar dan pelat tulang, dikenal sebagai osteoderms yang juga dimiliki buaya, armadillo dan beberapa jenis kadal. Pelat pelindung yang bervariasi dalam ukuran tersusun pada baris horizontal dan menutupi bagian punggung sampai leher dan pinggul. Para ilmuwan juga menduga mungkin terdapat pelat yang lebih kecil di ekor dan tungkai.

Ankylosaurus memiliki tanduk besar yang keluar dari bagian belakang kepala serta pelat tulang yang melindungi matanya. Dengan semua perlindungan tersebut, satu-satunya daerah yang rentan adalah perutnya. Anak Ankylosaurus dianggap lebih berisiko dari ancaman predator, sehingga sebagian ahli paleontologi percaya Ankylosaurus hidup dalam kelompok untuk melindungi anak-anak mereka. Jika diserang, ahli paleontologi berteori Ankylosaurus akan berperilaku seperti landak dan berbaring di tanah untuk melindungi perutnya.

Bobot ditambah dengan deretan zirah tajam pada sisi tubuhnya, membuat predator sulit untuk menjungkalkan binatang ini. Para ilmuwan percaya ekor Ankylosaurus mungkin memiliki duri segitiga datar yang terletak lateral di sepanjang setiap sisi. Ekor ini disangga dengan tulang yang menyatu tanpa sendi sehingga membentuk seperti batang pemukul baseball. Pada satu titik, ahli paleontologi memperkirakan ekor digunakan sebagai tipu muslihat untuk membingungkan predator dan mengganggapnya sebagai kepala, sebuah teori yang akhirnya ditinggalkan. Saat ini diyakini ekor digunakan sebagai senjata melawan predator atau mungkin juga untuk menarik pasangan.

Ankylosaurus bergerak dengan empat kaki, meskipun kaki belakangnya sedikit lebih panjang dari kaki depannya. Untuk ukuran dinosaurus, binatang ini termasuk pendek dengan tinggi berkisar 1 m hingga 2 m. Kecepatan gerak maksimal juga hanya di kisaran 9 km/jam karena berat tubuh dan profil yang pendek. Meskipun tidak terdapat cukup fosil kaki untuk menentukan apakah Ankylosaurus memiliki kuku kaki, terdapat kemungkinan dinosaurus ini memiliki lima kuku, sama seperti yang dimiliki kerabat dekatnya. Tengkorak berbentuk segitiga terkesan lebar dengan paruh sempit pada moncong untuk membantu merenggut tumbuhan yang menjadi makanannya.

Ankylosaurus makan tumbuhan yang tumbuh rendah. Gigi kecil menunjukkan dinosaurus ini tidak bisa makan tumbuhan keras. Selain itu, di dalam rahang tidak terdapat geraham untuk melumat makanan. Ankylosaurus diyakini memiliki semacam ruang fermentasi dalam perut atau mekanisme internal lainnya untuk mencerna sejumlah besar makanan yang tidak dikunyah. Makhluk ini diperkirakan memiliki indera penciuman tajam sehingga membantunya mencari makanan serta menghindari predator.

Allosaurus

Allosaurus merupakan dinosaurus karnivora terbesar dalam Periode Jurasik. Allosaurus merupakan salah satu jenis dinosaurus yang paling baik dikenal sejauh ini selain karnivora terdahulu lainnya seperti Megalosaurus dan Tyrannosaurus rex.

Allosaurus adalah Theropoda terbesar di Periode Jurasik. Panjang tubuh maksimal Allosaurus dewasa bisa mencapai sekitar 12 m dengan tinggi sekitar 4 m dan berat mencapai 6 ton. Terdapat beberapa jenis Allosaurus yang berbeda, seperti Allosaurus fragilis, Allosaurus amplexus(terbesar), Allosaurus maximus, Allosaurus ferox, dan Allosaurus atrox. Panjang tengkorak mereka bervariasi, namun yang terbesar sekitar 1, 45 m panjangnya, dengan puluhan gigi tajam bergerigi sepanjang 12 cm untuk mencabik-cabik mangsa.

Allosaurus, walau merupakan pemangsa teratas di zamannya, pada awalnya mereka menetas dengan ukuran yang kecil, yang membutuhkan perawatan dari induknya. Allosaurus adalah karnivora eksklusif, yang memburu dan memakan dinosaurus herbivora lain seperti Camptosaurus, Diplodocus, Apatosaurus, Stegosaurus, dan Kentrosaurus. Metode menyerang dari dinosaurus raksasa ini telah diketahui dengan baik. Allosaurus diduga kuat menyergap mangsa semacam Ornithopoda karena mereka dapat berlari cepat, dan mengejar mangsa lambat seperti Sauropoda. A

llosaurus memiliki gigi yang kuat, tajam, dan bergerigi di bagian belakang. Gigi khusus seperti ini terdapat pada semua Allosauridae. Dibandingkan karnivora lain, gigitan Allosaurus cenderung lemah namun otot-otot lehernya sangat kuat. Allosaurus menggunakannya untuk mengayunkan rahangnya yang terbuka maksimal, kemudian dengan sekuat tenaga akan menghunjamkan rahang atasnya langsung ke mangsa, menyebabkan cedera serius dan pendarahan yang hebat. Metode ini kadang disebut ‘metode kapak’ karena tindakan ini bisa membunuh mangsa semudah kapak memotong kayu.

Allosaurus termasuk dinosaurus dengan penyebaran luas. Sisa-sisanya ditemukan terutama di Amerika Serikat, kemungkinan Eropa hingga Lembah Tendaguru di Tanzania, sampai Australia. Namun penemuan Allosaurus di Australia tidak dapat dibuktikan lebih jauh. Fosilnya terdapat di batuan Awal Kretaseus, dan hanya bagian dari tulang kaki. Lebih besar kemungkinan Allosaurus tersebut adalah spesies Allosauridae baru, yang dinamai Australovenator, yang ukurannya hanya setengah dari Allosaurus Amerika Utara.

Tanystropheus

Tanystropheus (Yunani τανυς “panjang” + στροφαηυς “vertebra”), adalah reptil yang panjangnya 6 meter (20 kaki) yang punah dari periode Triassic Tengah. Hal yan menonjol adalah leher yang sangat panjang, yang diukur panjangnya 3 meter (10 kaki) lebih panjang dari gabungan tubuh dan ekornya. Meskipun panjang, itu hanya memliki sepuluh tulang leher, masing-masing cukup panjang. Fosil telah ditemukan di Eropa, Timur Tengah dan China. Kerangka lengkap individu remaja yang paling melimpah di Formasi Besano Italia, dating ke 232 juta tahun yang lalu selama periode Trias tengah (tahap Ladinian).

Dengan leher yang sangat panjang namun relatif kaku, Tanystropheus telah sering diusulkan dan direkonstruksi sebagai reptil akuatik atau semi-akuatik, sebuah teori yang didukung oleh fakta bahwa makhluk yang paling sering ditemukan di situs fosil semiaquatic dimana diketahui sisa-sisa reptil darat yang langka. Tanystropheus dianggap pemakan ikan, karena adanya moncong panjang dan sempit,gigi yang tajam. Dalam beberapa spesimen muda, tiga cusped gigi pipi yang hadir di rahang, yang mungkin menunjukkan diet serangga; Namun, pola gigi serupa telah ditemukan di Eudimorphodon dan Langobardisaurus, keduanya dianggap piscivores. Selain itu, kait dari tentakel Cephalopoda dan apa yang mungkin sisik ikan telah ditemukan di dekat daerah perut beberapa spesimen.

Pada tahun 2006, Dr Silvio Renesto menggambarkan sebuah spesimen ditemukan di Swiss yang mengawetkan tayangan kulit dan jaringan lunak lainnya. Renesto menafsirkan spesimen ini sebagai mendukung hipotesis bahwa Tanystropheus tinggal di sepanjang garis pantai, menyambar ikan dan kehidupan laut lainnya dari dangkal dengan leher panjang dan gigi yang tajam. Spesimen yang ditampilkan tidak biasa “materi hitam” di sekitar pangkal ekor, yang berisi beberapa spherules kalsium karbonat, menunjukkan jumlah yang cukup terlihat dari otot belakang pinggul binatang itu. Selain berisi otot kaki belakang yang kuat, massa otot yang luar biasa besar ini akan memindahkan berat hewan untuk belakangnya, menstabilkan hewan seperti berayun dan melakukan manuver leher yang sangat besar.

Spinosaurus

 

 

Spinosaurus berarti “kadal duri (tulang)” karena dinosaurus ini memiliki duri panjang yang tumbuh di punggungnya dan membentuk apa yang disebut sebagai “layar.” Panjang duri bisa mencapai 2,1 meter dan kemungkinan besar terhubung satu sama lain oleh kulit.Bukti fosil terbaru menunjukkan Spinosaurus adalah dinosaurus pertama yang mampu berenang dan kemungkinan menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam air.Spinosaurus memiliki kaki belakang pendek (seperti paus awal dan hewan lain yang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam air), tulang padat dan kompak (penguin menunjukkan profil tulang yang sama), kaki dan cakar lebar (digunakan untuk mendayung), dan moncong panjang serta ramping dengan gigi berbentuk kerucut (sempurna untuk menangkap ikan).

Terdapat perdebatan tentang fungsi layar di punggung Spinosaurus.Karena ukurannya, dinosaurus ini tidak memiliki banyak predator, tapi layar bisa digunakan untuk menakuti musuh karena Spinosaurus akan tampak dua kali lebih besar dengan layar yang sepenuhnya mengembang.Selain itu, layar kemungkinan digunakan sebagai hiasan atau penanda, terutama untuk menarik perhatian calon pasangan.Tulang belakang bagian atas dinosaurus ini cukup fleksibel dengan tulang belakang yang memiliki sendi ball-and-socket, yang berarti Spinosaurus kemungkinan bisa melengkungkan punggungnya hingga derajat tertentu.

Dalam sebuah studi tahun 1997, ahli paleontologi Jack Bowman Bailey mengatakan bahwa Spinosaurus dan Ouranosaurus tidak memiliki layar, dan sebagai gantinya memiliki punggung besar seperti bison.Gundukan pada punggung ini menurut Bailey akan bertindak sebagai pembuang panas untuk membantu dinosaurus bertahan di lingkungan yang panas dan kering.

Namun, penelitian lebih baru menemukan bahwa duri terdiri dari tulang padat dan hanya memiliki sedikit pembuluh darah sehingga tidak mendukung gagasan memiliki fungsi sebagai pembuang panas.

Spinosaurus berukuran lebih besar dari T. rex dan Giganotosaurus, yang sebelumnya dianggap sebagai dinosaurus karnivora terbesar.Namun, ukuran tepat raksasa ini tidak diketahui pasti akibat belum adanya fosil lengkap yang ditemukan. Namun, dalam sebuah studi tahun 2005, peneliti memperkirakan Spinosaurus memiliki panjang 16 sampai 18 m dan berat 7 sampai 9 ton, berdasarkan ekstrapolasi pengukuran tengkorak. Penelitian lain mengklaim predator ini memiliki panjang 12,6-14,3 m dan berat 12-20,9 ton.

Leher dan moncong panjang Spinosaurus menggeser pusat massa ke depan. Hal ini memungkinkan hewan ini bergerak mudah di dalam air, tetapi membuat gerakan di darat hampir mustahil kecuali mereka menggunakan keempat kaki. Spinosaurus memiliki moncong panjang dan sempit serta tonjolan kecil di atas mata. Moncong memiliki enam atau tujuh gigi seperti jarum di sisi depan rahang atas dan 12 gigi belakangnya.

Sementara Spinosaurus memiliki rahang kuat, namun tidak terdapat gigi yang bergerigi, sehingga mereka akan sulit untuk merobek mangsa. Hal ini berarti kemungkinan besar Spinosaurus bertahan hidup dengan memakan ikan dan bangkai.